Renungan: Kencing Anggota Dewan Lebih Berharga Dari Masa Depan Bangsa

Posted by TEMENT on Minggu, 29 Januari 2012

--Salam tementku. Ributnya ambisi renovasi toilet para wakil rakyat seolah menenggelamkan banyak masalah kesulitan rakyat Indonesia yang dibelenggu berbagai masalah pelik dalam kesehariannya, tidak terkecuali masalah yang menimpa para pelajar yang terlihat di gambar ini dalam menuntut ilmu. Justru media asing peduli mengekspose kesulitan para pelajar ini dalam media mereka yang sebetulnya menampar wajah pemerintah dan para anggota dewan yang mestinya bertanggung jawab dalam mendukung pendidikan generasi penerus bangsa ini berikut kutipan beritanya.


Media Inggris, Daily Mail, menuliskan sebuah artikel yang menggambarkan betapa beratnya perjalanan para pelajar Indonesia menuju ke sekolah. Harian ini bahkan menyamakan aksi mereka dengan adegan berbahaya di film Indiana Jones. Pada foto-foto yang diambil oleh Reuters, terlihat beberapa orang pelajar SMP dan SD di kampung Tanjung, Lebak, Banten, meniti sebuah jembatan rusak yang hanya dihubungkan dengan satu tali terbentang di atas Sungai Ciberang.


Merayap perlahan-lahan, mereka berusaha untuk tidak tergelincir masuk ke dalam sungai Ciberang yang berarus deras dan dalam. Sungai ini kerap digunakan para wisatawan untuk olah raga arung jeram. Pegangan mereka hanyalah tali dan kayu-kayu sisa-sisa jembatan.Daily Mail menuliskan, anak terkecil yang pernah menyeberang berusia lima tahun. Penyeberangan menjadi semakin berbahaya jika sungai Ciberang diterpa banjir. Titian tali bisa terendam air dan putus terbawa arus. "Aksi mereka seperti aksi di salah satu adegan di film Indiana Jones and The Temple of Doom," tulis Daily Mail. Para pelajar mengaku lebih memilih menghadapi bahaya meniti tali ketimbang harus berjalan setengah jam lamanya ke jembatan yang lebih bagus. Jika mereka mencari aman, maka harus bangun pagi-pagi buta dan pulang ketika hari sudah gelap.


Betapa mahalnya pendidikan, dan para pelajar di kampung Tanjung Lebak Banten ini pun mengerti hal tersebut hingga mereka pertaruhkan nyawa diatas bahaya demi masa tepan mereka yang tidak boleh tergantikan dengan apapun, karena ilmu begitu berharga. Mereka tidak akam mengeluh dan menghiba dengan kondisi ini, karena bagi mereka belajar adalah wajib


Nun jauh dari kampung Tanjung, Lebak Banten yaitu di Senayan Jakarta para anggota dewan yang terhormat sedang memimpikan memiliki fasilitas toilet baru yang bakal memanjakan hidup mereka lebih dan lebih, seberapa berharga kahnilai pendidikan bangsa ini bagi mereka yang diamanahi membela rakyatnya? Nurani sudah mati terkubur dengan kepentingan dan ambisi duniawi, beginikah bangsa ini? apa jadinya generasi kita di kemudian hari?

Sumber:http://yafi20.blogspot.com/2012/01/renungan-kencing-anggota-dewan-lebih.html
Welcome to my blog, Thanks for visiting and reading.

{ 8 comments... read them below or add one }

Unknown mengatakan...

waduh kasihan demi bersekolah menuntut ilmu rela mempertatuhkan nyama.. dimana hati nurani para anggota dewan yg terhomat itu,, mana mana mana, inikah potre kehidupan bangsa kita??? bagaimana generasi penerus kita nantinya???

TEMENT mengatakan...

@Asis Sugianto saya juga sangat prihatin dengan keadaan ini pak. kita hanya di kenal dengan yang buruk 2 saja. tetapi klo pejabat 2 kita ini bener semua, sebenarnya potensi di Indionesia sangat banyak. apa mau dikata ?? miriss :(

Admin - Aan251 mengatakan...

Wah kasiannya ? gw jdi inget skolah dulu .. hehehehe

Unknown mengatakan...

gk da yg bner tu DPR

Unknown mengatakan...

ckckck,DPR kbanyakan jnji ma menghambur2kan uang rakyat aja bsanya. mstinya mereka dpt snksi tegas dri Presiden. Slaen itu,kita dsuru pke produk lokal,mereka impor dri asing tuh banggar. gk genah smua. klo prlu pcat smua DPR dan dbrantas yg korup ma KPK!!!

Unknown mengatakan...

keren judul artikelnya nih ..ea pemerintah skr kan menganut agama KAPITALIS.. masa bodo rakyat mau bakar diri, jahit mulut, demo ngancurin ..yg penting kantong para penjabat tebel dan empuk ..klo mo dirubah ea REVOLUSI <= pendidikan di indonesia jg udah cacad..

TEMENT mengatakan...

@Aan Aliudin yah kasihan banget, sudah zamannya teknologi masih ada aja yang sekolah penuh perjuangan.. inget apa gan ??

@Ope' baft bener sekali tuh.. ga ada yg bener ??? kedok doang gede.

@Kelompok 4 / XI IPA -1 setuju tuh.. semuanya berada ditangan pemimpin. pemimpin kita belum ada yg tegas gan !!

@VENOMIA makasih yahh...iyah nih.. seperti negara kapitalis aja.. belajar PKN katannya negara demokrat tapi kenyataan demokrat cuma ada dimulut...

Anonim mengatakan...

inspiratif dan informatif, kalau boleh saya posting ulang artikelnya dan akan saya publikasikan di blog kami. sebelumnya terimakasih.
salam hormat http://desa-cikeruh.blogspot.com

Posting Komentar

Pengunjung Yang Baik Adalah Pengunjung yang Berkomentar Dengan Kata-kata Yang Baik Dan Sopan...

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG..!

 
www.ah-plug.net23.net